Keindahan Tercipta Dari Perjuangan

Media = Penguasa

Juornalism

Journalism

Akhir-akhir ini semangat saya untuk menulis mulai meningkat dari sebelumnya. Saya juga tidak tau pasti, tetapi saya merasa tertarik dengan dunia kepenulisan. Karena mungkin menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi selain komunikasi verbal. Dan saya merasa nyaman dalam hal ini. Mungkin juga karena saya bisa berbagi dengan orang lain dengan lebih leluasa tanpa mengenal dengan siapa dan kapan saya berbagi.

Sebenarnya ada sebuah impian suatu saat nanti mau menerbitkan buku. Buku apa? Saya juga belum tahu pasti. Tetapi untuk menunjang hal itu saya butuh belajar lebih dan lebih. Kalau kata orang(lupa syapa) Belajar Ikhlas, Belajar Cerdas, dan Belajar Keras untuk menggapai impian itu. Oleh karena itu saya mendaftarkan diri ke sebuah training yang diadakan oleh masjid kampus, Masjid Salman tentang Media dan Jurnalis. Berharap mudah-mudahan bisa lulus seleksinya. Walaupun dari segi pengalaman saya belum memiliki apa-apa tetapi setidaknya saya mencoba untuk itu. Sesuai dengan inspirasi yang saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya.

Salah satu syarat dari training tersebut adalah menuliskan sebiah essai tentang Pentingnya Media bagi Kamu. Pada syaratnya tertulis maks. 3000 kata. Woouuw… banyak… setelah saya mencoba membuat sebuah essai sekitar 400-an kata baru sehalaman. Jadi, kalau 3000 kata sekitar 5-6 halaman. Saya cuma mampu segitu. Ya sudah, saya kumpulin aja. Saya puas koq dengan tulisan saya, intinya murni tulisan sendiri, hehhehe… Niy, saya lampirin disini aja tulisannya siapa tau bermanfaat. Atau mungkin ada yang kurang, tolong saran atau kritiknya.

Semua informasi tersampaikan oleh media. Dari kasus pencurian 3 buah kakao oleh nenek tua yang hanya bernilai Tiga ribu sampai kasus century yang bernilai triliunan. Dari informasi rakyat sampai informasi artis. Dari kasus KDRT sampai kekerasan TNI. Dari kasus pembunuhan sampai bentrokan yang menelan banyak korban. Semuanya tak luput dari pemberitaan media.

Tetapi sadarkah kita bahwa itu semua mengalir tanpa perasaan dalam diri kita kalau kita sedang mengalami “cuci otak”. Betapa tidak. Ketika kasus itu dianggap penting maka media terus menerus menginformasikannya sebesar-besarnya. Tetapi ketika kasus itu tak kunjung terselesaikan dan tiba-tiba ada pemberitaan hangat terbaru, kasus lain pun ditinggalkan oleh media. Lihatlah kasus century yang menurut saya adalah kasus besar tetapi secara tak disangka muncul video “series”-nya ariel yang mengalihkan pusat perhatian kita tanpa kita sadari. Lihatlah kasus yang baru-baru ini diberitakan tentang seorang nenek pembantu rumah tangga yang dituntut majikannya karena dituduh telah mencuri enam buah piring dan buntut sapi dan secara tiba-tiba terlupakan karena adanya berita terbaru tentang aksi demonstrasi satu tahun kabinet Indonesia bersatu jilid II. Dan berbagai contoh yang lainnya.

Begitulah peran media dalam memainkan “otak” para konsumennya. Maka sangatlah wajar jika kita mengatakan bahwa media adalah penguasa. Media menguasai aliran wacana masyarakat. Ketika ada seseorang atau pihak yang ingin mengatur paradigma masyarakat, dia harus mempunyai media. Sehingga tidak salah langkah yang diambil oleh seorang pengusaha yang kini menjabat sebagai ketua umum partai golkar untuk menguasai dua stasiun TV sekaligus. Karena memang media sangat penting baginya.

Di sisi lain, banyak orang yang membutuhkan media pemberitaan untuk memberitakan kejadian yang dialaminya tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhannya itu karena tidak ada atau kurangnya media untuk hal itu. Saksikan saja sebuah video yang baru-baru ini menggemparkan kita yang berdurasi sekitar empat menit. Di video itu terpampang aksi kekersan oknum TNI kepada beberapa orang warga papua yang dianggap sebagai OPM. Dan tahkah kita kalau tindakan yang demikian itu sudah biasa terjadi di papua sana tetapi luput dari pemberitaan media? Tindakan tersebut sudah sering menimpa saudara-saudara kita sebagaimana diungkapkan oleh salah satu Anggota DPR RI di sebuah stasiunt TV swasta kemarin. Padahal hal itu sangat luar biasa. Peristiwa yang tak mungkin terbayangkan oleh kita yang hidup nyaman di kota dengan berbagai macam fasilitas yang ada.

Itu semua karena media. Sekali lagi itu semua karena media. Media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu semua. Oleh karena itu media sangat penting bagi aliran informasi di sekitar kita. Karena media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian kita sedemikian rupa sehingga proses pencernaan informasi terjadi. Media langsung beroperasi di pusat pikiran manusia sehingga menentukan respon kita selanjutnya.

Comments on: "Media = Penguasa" (7)

  1. wah semangat menulis fahmi, saya rasa suatu hari tulisannya fahmi banyak yang baca,…media jangan permainkan kami …saya merasa sekarang media sudah jarang yang independent untuk saat ini…tidak ada lagi sosok soe hok gie di era2 sekarang..,,

  2. iya nih, bener…

    tapi si males suka muncul tiba2, kadang jd kendala
    (bela diri)

    hehe

    • iya, rasa malas memang menggannggu perkembangan…
      kata orang sih, harus ingat niat awal dan tujuan awal supaya tekadnya kuat kembali,,,

  3. makanya saya tertarik dengan media literasi ^^ salam kenal kawan~

  4. kuasai informasi maka anda akan menguasai dunia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: