Keindahan Tercipta Dari Perjuangan

Love

Love

Setelah baca tulisan teman, saya teringat SMS teman SMA  yang serupa dengan tulisan itu. Tulisaan atau SMS nya itu tentang Kisah seorang filsuf Yunani yang dikenal dengan nama Plato yang sedang mencari tahu kepada gurunya, socrates, tentang CINTA.

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya,

Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab,

Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta.

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya,

Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?

Plato menjawab,

Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat aku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting – ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatang pun pada akhirnya.

Gurunya kemudian menjawab,

Jadi… ya itulah cinta.

Marriage

Marriage

Kurang lebih seperti itu SMS dari teman waktu itu. Tetapi, sebenarnya saya penasaran dari mana teman saya dapat cerita kayak gitu??? Apakah itu benar ceritanya Plato atau sekedar dibuat2 aja. Akhirnya saya pun mencari tahu di internet khususnya di situs forum terbesar di indonesia saa ini. Ternyata ada lanjutan kisahnya,

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,

Apa itu pernikahan? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab

Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan.

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya,

Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?

Plato pun menjawab,

Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi pada kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya

Gurunya pun kemudian menjawab,

Dan itulah pernikahan.

Begitulah cinta dan pernikahan menurut filsuf yunani tersebut. Mungkin kalau saya simpulkan sendiri dari cerita itu,

  • Cinta itu pilihan, pilihan dari beberapa alternatif dan kriteria yang ada.
  • Cinta itu relatif, relatif terhadap orang yang mnecinta.
  • Cinta itu Subjektif, subjektif sesuai dangan penilaian orang yang mencinta.
  • Cinta itu penerimaan, penerimaan terhadap apa yang telah kita pilih.
  • Cinta itu kebutuhan, karena cinta itu dicari.
  • Cinta itu satu, katanya.(hehehehe… benarkah??? mungkin tidak bagi seorang playboy, ckckck…)
  • Cinta itu harapan, harapan terhadap sesuatu yang lebih baik
  • Pernikahan itu juga pilihan, pilihan berdasarkan pengalaman cinta.
  • Pernikahan itu kesempatan, kesempatan yang tidak pasti datangnya.
  • Pernikahan itu sikap besar hati, berbesar hati menerima apa adanya.
  • Pernikahan itu sadar, sadar bahwa pilihan itu ada resiko(kekurangan) yang harus diikhlaskan.
  • Pernikahan itu harapan terhadap kesempurnaan, padahal kesempurnaan hanyalah milik-Nya.
  • Pernikahan itu pengharagaan, penghargaan terhadap pilihan.

Kesimpulan itu adalah hasil intrepretasi saya terhadap cerita tersebut. So, mungkin aja ada yang salah karena saya juga manusia. Apapun itu, semoga kita bisa memetik pelajaran dari cerita tersebut. Sebagai penutup, ada quote bagus nih dari Stephen Stills,

If you can’t be with the one you love, love the one you’re with.

Comments on: "Plato, Cinta dan Perkawinan" (2)

  1. imma baru sadar ternyata tulisannya hampir sama dengan blog imma tapi.. ini lebih lengkap *kayak es campur hehhe. bagus pisan tulisannya!!

    halah..

    nuhun pisan ^_^ akhirnya bisa walking2 to your blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: